Investasi | Selasa, 25 November 2025

Mengenal Binance Sebagai Bursa Kripto Terbesar di Dunia

12 Min Read 17 Views
thumb

Binance adalah salah satu nama paling besar ketika orang membicarakan dunia kripto. Banyak orang mengenalnya sebagai “tempat beli Bitcoin dan altcoin”, tapi sebenarnya Binance sudah berkembang menjadi ekosistem besar yang isinya bukan hanya jual-beli aset digital, melainkan juga dompet, edukasi, pembayaran, hingga produk keuangan kripto yang kompleks. Binance juga sering jadi bahan perbincangan karena masalah regulasi dan hukum di berbagai negara.

Agar lebih mudah dipahami, artikel ini akan membahas Binance dari berbagai sisi mulai dari sejarah singkat, produk dan layanan, bagaimana cara mereka menghasilkan uang, kelebihan dan kelemahannya, kontroversi hukum yang pernah terjadi, posisi Binance di Indonesia, sampai risiko yang perlu kamu pahami sebelum memutuskan untuk menggunakan layanannya.


Pendahuluan, Apa Itu Binance?

Secara sederhana, Binance adalah bursa kripto (cryptocurrency exchange) terpusat, tempat orang bisa membeli, menjual, dan menukar berbagai aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan ribuan koin lain. Binance didirikan pada tahun 2017 oleh Changpeng Zhao (sering disebut CZ) dan Yi He. Sebelumnya, CZ adalah pengembang yang berpengalaman di bidang software untuk high-frequency trading.

Dalam waktu singkat, Binance tumbuh sangat cepat. Hanya dalam beberapa tahun, Binance menjadi bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan harian. Hingga 2024–2025, Binance masih memegang pangsa pasar terbesar di antara bursa kripto terpusat lainnya, dengan volume perdagangan harian gabungan (spot + derivatif) yang bisa melampaui ratusan miliar dolar AS.

Menurut laporan internal dan data pihak ketiga, Binance telah melampaui angka lebih dari 250 juta pengguna terdaftar secara global pada akhir 2024, dan jumlah ini terus bertambah di tahun berikutnya.


Sejarah Singkat dan Perkembangan Binance

1. Awal berdiri dan perpindahan yurisdiksi

Binance pertama kali beroperasi dari Tiongkok. Namun tak lama setelah itu, pemerintah Tiongkok memperketat regulasi aset kripto, sehingga Binance memindahkan operasinya ke negara lain, termasuk Jepang dan kemudian Malta. Pada perjalanannya, Binance sering digambarkan sebagai perusahaan yang “tanpa kantor pusat resmi”, karena struktur hukumnya tersebar di berbagai negara dan tidak ada satu negara yang jelas disebut sebagai markas utama.

2. Pertumbuhan layanan dan ekosistem

Setelah berhasil menarik banyak trader ritel dengan biaya transaksi yang rendah dan proses pendaftaran yang cepat, Binance menambah berbagai layanan lain, seperti:

  • Perdagangan spot (jual beli kripto langsung)
  • Perdagangan derivatif (futures, perpetual, opsi)
  • Staking dan saving (produk “tabungan” kripto)
  • Launchpad (platform penjualan token baru/IEO)
  • Dompet non-kustodial (Trust Wallet)
  • Layanan pembayaran (Binance Pay)
  • Konten edukasi (Binance Academy)
  • Riset dan analisis (Binance Research)

Perlu dicatat bahwa tidak semua layanan di atas tersedia di semua negara. Di beberapa yurisdiksi, Binance terpaksa menutup atau membatasi fitur tertentu karena aturan setempat.

3. Perubahan manajemen puncak

Pada 2023, Binance dan CZ mengakui sejumlah pelanggaran hukum di Amerika Serikat, termasuk kegagalan menerapkan program anti-pencucian uang yang memadai. Binance sepakat membayar denda sekitar 4,3 miliar dolar AS, sementara CZ membayar denda pribadi 50 juta dolar AS dan mundur dari posisi CEO.

Setelah CZ mundur, posisi CEO diambil alih oleh Richard Teng, seorang eksekutif yang sebelumnya menangani urusan regional dan regulasi di Binance.

Di tahun 2024, CZ dijatuhi hukuman 4 bulan penjara di AS, dan menjalani hukuman tersebut pada Oktober 2025, ia kemudian menerima pengampunan (pardon) dari Presiden AS saat itu, yang memicu perdebatan politik dan etis yang cukup luas.


Produk dan Layanan Utama Binance

Untuk memahami Binance, penting untuk melihat layanan apa saja yang mereka tawarkan. Secara garis besar, layanan Binance bisa dibagi menjadi beberapa kelompok:

1. Exchange (Spot Trading)

Ini adalah fitur yang paling dikenal. Di sini, pengguna bisa:

  • Menyetor aset kripto atau fiat (di negara yang mendukung)
  • Membeli dan menjual kripto dalam bentuk pasangan trading, misalnya BTC/USDT, ETH/BUSD, dan lain-lain
  • Menggunakan order market, limit, stop-limit, dan jenis order lainnya

Di level ini, Binance berfungsi seperti “pasar”, mempertemukan pembeli dan penjual, dan mengambil fee (biaya) kecil dari setiap transaksi.

2. Derivatives (Futures dan Perpetual)

Binance juga punya pasar derivatif kripto yang sangat besar. Pengguna bisa:

  • Trading kontrak berjangka (futures) untuk berbagai aset kripto
  • Menggunakan leverage (misalnya 5x, 10x, bahkan lebih tinggi)

Produk derivatif ini berisiko tinggi. Keuntungan bisa berlipat, tetapi kerugian juga bisa sangat cepat jika harga bergerak berlawanan. Produk seperti ini lebih cocok untuk trader berpengalaman, bukan pemula.

3. Binance Earn (Saving, Staking, dll.)

Binance menyediakan berbagai produk “Earn”, misalnya:

  • Flexible Savings: menaruh aset kripto dan dapat bunga harian yang bisa dicairkan kapan saja
  • Locked Staking / Locked Savings: mengunci koin untuk jangka waktu tertentu dengan imbal hasil lebih tinggi
  • Launchpool: staking koin tertentu untuk mendapatkan token baru sebagai imbalan

Produk-produk ini mirip seperti “tabungan” atau “deposito” versi kripto, tapi tentu saja risikonya jauh lebih tinggi dibanding perbankan tradisional.

4. Binance Launchpad

Launchpad adalah platform yang digunakan untuk meluncurkan token baru (bisa dibilang semacam “IPO” versi kripto, meskipun tidak sama persis). Pengguna yang memegang koin tertentu (biasanya BNB) dapat berpartisipasi dalam penjualan token baru tersebut.

5. Dompet dan Infrastruktur

Binance memiliki Trust Wallet, yaitu dompet non-kustodial di mana pengguna memegang sendiri private key mereka. Selain itu, Binance juga mengelola infrastruktur blockchain sendiri, seperti BNB Chain, yang menjadi ekosistem bagi berbagai aplikasi terdesentralisasi.

6. Layanan Lain (Binance Pay, NFT, dll.)

  • Binance Pay: Sistem pembayaran kripto antar pengguna, tanpa biaya tambahan di dalam ekosistem Binance tertentu.
  • Marketplace NFT: Untuk jual beli token non-fungible.
  • Binance Card: Kartu pembayaran yang terhubung dengan saldo kripto pengguna.

Semua layanan ini membuat Binance bukan hanya sekadar “bursa”, melainkan ekosistem finansial kripto yang cukup lengkap.


Peran BNB dalam Ekosistem Binance

BNB (Binance Coin) adalah token asli yang awalnya diterbitkan oleh Binance. Fungsi utamanya:

  • Diskon biaya trading (kalau membayar fee dengan BNB)
  • Akses ke beberapa program Launchpad atau Launchpool
  • Digunakan sebagai token gas di BNB Chain
  • Dipakai di berbagai aplikasi ekosistem Binance dan mitranya

BNB sendiri pernah menjadi salah satu koin dengan kapitalisasi pasar terbesar setelah Bitcoin dan Ethereum, sehingga menjadi bagian penting dari model bisnis Binance.


Bagaimana Binance Menghasilkan Uang?

Sebagai perusahaan swasta, Binance tidak selalu mempublikasikan laporan keuangan detail, tetapi beberapa sumber dan analisis memperkirakan pendapatan Binance mencapai belasan miliar dolar AS di tahun-tahun puncaknya, terutama dari biaya transaksi.

Sumber pendapatan utama Binance antara lain:

1. Trading fee

Setiap kali kamu melakukan transaksi (beli/jual), Binance mengambil fee kecil, misalnya 0,1% atau lebih rendah jika kamu menggunakan BNB atau volume trading besar.

2. Biaya derivatif dan funding

Dari pasar futures dan produk leverage, Binance menerima biaya yang dibayarkan trader, baik dalam bentuk fee langsung maupun porsi dari mekanisme funding.

3. Listing dan kemitraan

Meskipun Binance menyatakan memiliki kriteria tertentu untuk listing koin, ekosistem sebesar ini membuka peluang kerjasama dengan berbagai proyek kripto, termasuk iklan, program promosi, dan lain-lain.

4. Produk keuangan lain

Beberapa produk “Earn” dan layanan lainnya dapat menghasilkan pendapatan bagi Binance melalui pengelolaan likuiditas, market making, maupun pembagian keuntungan tertentu, tergantung struktur produknya.


Kekuatan Utama Binance

Mengapa Binance bisa begitu besar dan dominan?

1. Likuiditas sangat tinggi

Dengan volume perdagangan harian terbesar di dunia, order book Binance biasanya sangat dalam. Ini berarti:

  • Spread (selisih antara harga beli dan jual) cenderung kecil
  • Transaksi besar bisa dieksekusi tanpa menggerakkan harga terlalu jauh (dibanding exchange kecil)

2. Banyak pilihan koin dan produk

Binance menyediakan ratusan hingga ribuan pasangan trading. Bagi trader yang suka mengeksplorasi altcoin, ini menjadi daya tarik besar.

3. Biaya kompetitif

Sejak awal, Binance menawarkan fee yang relatif rendah, dan memberi diskon tambahan untuk pengguna yang memegang BNB atau punya volume besar.

4. Ekosistem lengkap

Dari trading, staking, NFT, hingga pembayaran, semua bisa dilakukan di dalam satu ekosistem. Hal ini membuat pengalaman pengguna menjadi lebih terpadu.

5. Brand awareness dan komunitas besar

Jumlah pengguna yang sangat banyak membuat Binance seperti “default choice” bagi banyak pemula, terutama di negara-negara yang belum punya bursa lokal yang kuat.


Kontroversi dan Masalah Hukum Binance

Di balik kekuatannya, Binance juga punya catatan masalah hukum yang serius. Ini penting dipahami agar kamu punya gambaran risiko non-teknis (regulasi, legal, reputasi).

1. Kasus di Amerika Serikat

Pada November 2023, Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa Binance dan CZ mengaku bersalah atas pelanggaran terkait:

  • Anti-money laundering (pencucian uang)
  • Pengiriman uang tanpa izin
  • Pelanggaran sanksi tertentu

Sebagai bagian dari penyelesaian, Binance sepakat membayar denda sekitar 4,3 miliar dolar AS, salah satu denda terbesar dalam sejarah kasus keuangan.

CZ mundur dari posisi CEO, membayar denda pribadi, dan kemudian dijatuhi hukuman empat bulan penjara pada April 2024 karena gagal menerapkan program anti-pencucian uang yang memadai.

2. Pardon politik yang kontroversial

Pada Oktober 2025, CZ mendapatkan pengampunan (pardon) dari Presiden AS saat itu. Langkah ini memicu perdebatan tentang etika, konflik kepentingan, dan sinyal politik terhadap industri kripto, karena sebelumnya Binance juga memiliki keterkaitan bisnis dengan proyek kripto yang dekat dengan keluarga presiden.

3. Sorotan internasional lain

Selain di AS, Binance juga menghadapi penyelidikan dan tekanan dari regulator di Uni Eropa, Inggris, dan beberapa negara lain terkait kepatuhan AML (anti-pencucian uang) dan perlindungan konsumen. Di Prancis, misalnya, media melaporkan bahwa Binance menjadi salah satu platform yang disorot dalam investigasi terkait potensi penggunaan kripto untuk pencucian uang.

Poin penting untuk pengguna: masalah-masalah ini bukan sekadar drama politik; ia menunjukkan bahwa risiko regulasi di industri kripto masih besar. Bursa sebesar Binance pun bisa terkena kasus yang berujung denda miliaran dolar dan perubahan manajemen.


Binance dan Indonesia

Bagi pengguna di Indonesia, pertanyaan yang sering muncul adalah, bagaimana posisi Binance di Indonesia?

1. Kerjasama dengan bursa lokal

Binance sudah sejak beberapa tahun lalu melihat Indonesia sebagai pasar potensial. Pada 2020, Binance berinvestasi di Tokocrypto, salah satu bursa kripto yang terdaftar di Bappebti.

Kerjasama ini memungkinkan Binance menjangkau pengguna Indonesia melalui platform yang sudah sesuai regulasi lokal.

2. Arah regulasi dan lisensi

Beberapa laporan pada 2021 menyebutkan bahwa Binance menjajaki kerjasama dengan perusahaan besar Indonesia seperti PT Telkom dan PT Bank Central Asia untuk membangun bursa kripto lokal.

Lebih baru, ada kabar bahwa Binance mendapatkan akses ke lisensi kripto di Indonesia melalui entitas lokal yang sudah terdaftar, sebagai bentuk adaptasi terhadap aturan Bappebti dan OJK yang semakin ketat.

3. Implikasi bagi pengguna Indonesia

  • Umumnya, transaksi ritel kripto di Indonesia diharapkan menggunakan platform yang terdaftar resmi di Bappebti.
  • Binance secara langsung mungkin membatasi beberapa fitur atau memerlukan jalur kerjasama dengan bursa lokal agar sesuai regulasi.
  • Pengguna Indonesia harus memperhatikan mana entitas yang legal di dalam negeri dan memahami bahwa penggunaan platform luar negeri selalu membawa risiko regulasi tambahan.


Peluang dan Risiko Menggunakan Binance

Seperti semua bursa kripto, Binance bukan hanya tentang “kesempatan profit”, tapi juga tentang risiko yang perlu kamu pahami dengan jernih.

Peluang:

1. Akses ke banyak aset dan likuiditas

Jika kamu ingin mengakses berbagai aset kripto yang tidak tersedia di bursa lokal kecil, Binance memberi pilihan yang jauh lebih luas. Likuiditas yang tinggi juga membuat proses jual-beli lebih mudah.

2. Fitur lengkap untuk trader aktif

Bagi trader berpengalaman, fitur seperti futures, margin, dan beragam tipe order bisa menjadi “alat kerja” yang powerful.

3. Ekosistem edukasi dan riset

Binance punya akademi dan konten edukasi yang cukup banyak, yang dapat membantu pemula memahami dasar-dasar kripto dan blockchain.

Risiko:

1. Risiko regulasi

Kasus dengan regulator AS dan pemeriksaan di berbagai negara menunjukkan bahwa posisi Binance tidak selalu “aman” di semua yurisdiksi. Perubahan kebijakan, denda, atau larangan di suatu negara bisa berdampak pada layanan mereka.

2. Risiko bursa terpusat (custodial)

Ketika aset kamu disimpan di Binance, secara teknis Binance-lah yang memegang kendali atas private key. Jika terjadi:

  • Peretasan besar
  • Pembekuan akun atas perintah regulator
  • Gangguan teknis parah

Dengan hal tersebut maka akses terhadap aset bisa terganggu. Sejauh ini, Binance pernah mengalami insiden keamanan di masa lalu, namun mampu mengkompensasi kerugian pengguna melalui dana cadangan (SAFU). Meski begitu, risiko selalu ada.

3. Risiko leverage dan produk kompleks

Produk futures, margin, dan derivatif kripto sangat berisiko. Banyak trader pemula yang tertarik karena potensi keuntungan besar, tetapi justru mengalami kerugian besar karena tidak memahami mekanismenya.

4. Risiko reputasi

Berbagai tuduhan terkait manipulasi pasar, pencucian uang, dan hubungan dengan pihak-pihak tertentu membuat reputasi Binance sering menjadi bahan debat. Ini bukan berarti Binance pasti tidak aman, tapi menunjukkan bahwa ada faktor non-teknis yang harus dipertimbangkan.


Tips Menggunakan Binance atau Bursa Kripto Lain dengan Lebih Bijak

Jika kamu memutuskan untuk menggunakan Binance, beberapa prinsip kehati-hatian berikut bisa membantu:

1. Jangan taruh semua aset di satu bursa

Meskipun Binance besar, tidak ada bursa yang 100% bebas risiko. Banyak praktisi kripto menganjurkan prinsip “not your keys, not your coins”. Artinya, untuk penyimpanan jangka panjang, pertimbangkan dompet pribadi non-kustodial (hardware wallet atau software wallet di luar exchange).

2. Pahami regulasi di negara kamu

Pastikan kamu tahu mana platform yang legal dan diawasi regulator di Indonesia. Jika kamu memakai platform luar negeri, pahami konsekuensi pajak, keamanan, dan kemungkinan pembatasan di masa depan.

3. Hindari leverage jika belum benar-benar paham

Leverage dan futures bisa menghabiskan modal sangat cepat. Jika tujuanmu adalah investasi jangka panjang, sering kali lebih bijak fokus pada spot market tanpa pinjaman/leverage.

4. Gunakan 2FA dan fitur keamanan lain

Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA), periksa email dan link dengan hati-hati, dan jangan pernah membagikan kode OTP atau data login ke siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari Binance.

5. Edukasi dulu, transaksi kemudian

Jangan terburu-buru deposit besar hanya karena melihat cerita orang lain yang cuannya tinggi. Luangkan waktu membaca dokumentasi, FAQ, dan panduan resmi, serta memahami risiko setiap produk (Earn, Launchpad, Futures, dan lain-lain).


Binance di Tengah Pertumbuhan dan Badai Regulasi

Binance adalah contoh ekstrem dari bagaimana sebuah startup kripto bisa berkembang super cepat menjadi raksasa global. Dalam waktu beberapa tahun, Binance berhasil:

  • Mengumpulkan ratusan juta pengguna
  • Menguasai sebagian besar volume perdagangan kripto dunia
  • Membangun ekosistem yang meliputi exchange, dompet, blockchain, pembayaran, hingga edukasi.

Di sisi lain, pertumbuhan yang sangat cepat itu juga datang dengan harga mahal yaitu sorotan regulator, denda miliaran dolar, dan perubahan besar di level manajemen. Kasus hukum di AS, denda 4,3 miliar dolar, hukuman penjara untuk CZ, dan kemudian pengampunan politik menunjukkan bahwa dunia kripto sekarang sudah sangat dekat dengan dunia politik dan regulasi arus utama.

Bagi kamu sebagai calon pengguna atau investor, pelajaran pentingnya adalah:

  • Jangan hanya melihat “besar dan terkenal” sebagai jaminan aman.
  • Pahami layanan apa yang kamu pakai, risiko apa yang melekat, dan aturan apa yang berlaku di negara kamu.
  • Gunakan Binance atau bursa lain sebagai alat, bukan sebagai “dompet utama” untuk seluruh kekayaanmu.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam, kamu bisa memanfaatkan kelebihan Binance yaitu likuiditas tinggi, fitur lengkap, akses ke banyak aset, namun sambil tetap menyadari risiko regulasi, keamanan, dan volatilitas yang selalu menyertai dunia kripto.

Artikel Terbaru

Video Terbaru